Akhirnya aku dan Irma pulang bersama, Irma dibonceng olehku, sepanjang jalan panjang itu kami tak berhenti berseloroh dan bercerita apa saja .. *perlu diketahui usia Irma terpaut 4 tahun lebih dibawah usiaku…:) berasa tua euhy
Sampailah ketika aku dan Irma melewati jalan yang sudah ramai dengan polisi dimana semuanya terlihat heboh lalu lalang ditengah jalan sambil mencegat beberapa pengendara motor, ya kulihat sore itu lebih banyak pengendara motornya ketimbang pengendara mobil yang diberhentikan untuk diperiksa kelengkapan dokumennya. Termasuk-lah aku disana yang dicegat oleh polisi berperawakan tua dan perutnya gendut *upps
Sembari polisi memeriksa dokumen kendaraan vario ini, aku sibuk berdo’a dalam hati, ” Ya Allah tolonglah aku”. Tiba-tiba polisi itu menghampiriku dan berkata, ” Saya tilang ya, besok sidang, yang mana dari dokumen kendaraan kamu yang akan saya tahan ? “ ..Oh Allah, gimana ini aku tak mau ditilang dan disidang, ribet dan menjeliwet urusannya, sambil memandangi Irma, aku pun berkata kembali kepada polisi, ” Pak, mohon jangan ditilang atau disidang, saya tadi bertemu dengan teman saya ini dijalan dan ikut bareng sama saya pulang ! *bohong.dot.com, aku pun menoleh ke Irma yang tengah berdiri dibelakangku dan terlihat Irma-pun juga mendukung pembelaan atas diriku membuat argumen ini, haha =)) haha*, lagipula saya baru pulang dari Rumah Sakit Pak, ini saya tunjukkan kepada Bapak kwitansi Rumah Sakit, sebentar ya pak saya ambilkan. “ akupun mulai gerasak-gerusuk mencari kwitansi Rumah Sakit yang aku selipkan dibuku Tujuh (7) Keajaiban Rezeki karya ” Ippho” yang selalu aku bawa kemanapun , dan akhirnya ketemu juga kwitansinya, namun polisi itu berkata lagi, ” Saya tidak perlu kwitansi itu.” Lalu aku berkata, ” ini kwitansi-nya Pak !”. Aku terlihat seperti memaksa sambil menyodorkan kwitansi Rumah Sakit kepada Polisi itu, namun polisi itu hanya melihat sekilas saja dan mengembalikan kwitansi itu padaku akan tetapi STNK dan SIM masih ditangannya..ohhhh..tapi tiba-tiba spontan polisi itu bertanya kepadaku layaknya sedang mewawancari seseorang yang sedang melamar pekerjaan, hahahaha tertawa lagi
Polisi itu bertanya dengan mimik muka serius dan aku menjawab dengan tepat sasaran setiap pertanyaan yang diajukan oleh polisi dengan perut membuncit itu *again
Alhamdulillah (says with 3 times, more its better than, hihiihii
Allah knows what’s best indeed….yaaaa…tiba-tiba saja kulihat dengan penuh pertimbangan, polisi itu berkata seperti ini, ” Baiklah, kamu boleh jalan, tapi kedepannya jika ada yang diboncengi harap memakai helm. “ That’s it. No more conversation after that. Tapi anehnya, ini polisi baik juga, dan all the waaaaaaaaayyyyy sampai pada akhirnya senyum mulai merekah dibibirku dan tampak diwajahku dan berujar, ” Makasih ya Pak, semoga berkah untuk Bapak !”. Sepertinya polisi itu tak mendengar greetings-ku padanya karena kulihat dia tengah berjalan berlalu dibelakangku untuk menangkap mangsa pengendara motor baru…oohhhh geram
Begitu akhirnya ketika aku mulai menyalakan mesin vario, aku pun dapat langsung bernapas lega., ya selega-leganya…aku persilahkan Irma untuk duduk dibelakangku untuk mengantarnya mencari angkot
Akupun mulai memacu vario abu-abu menuju Rabbani Rawamangun untuk mengikuti kajian Tatsqif sore. Sebenarnya ini sudah telat untuk datang ke ta’lim ini, akan tetapi harus datang walau terlambat
Aku menunaikan sholat Maghrib di Musholla Rabbani dengan berjamaah dan sambil menunggui Mba Ika Pratiwi curhat dengan temannya atau sebaliknya aku sibuk dengan ponsel-ku seperti biasa serta menunggui adikku yang tak kunjung tiba untuk memberikan baju kado ultah dari mama yang kini ada ditangannya. Akhirnya Mba Ika selesai juga begitu juga dengan Yayat adik laki-laki ke-duaku, baju dari mama kini sudah ditanganku. Surprise, mom gave me a present on my birthday this year, yeahhhhh, after since long long time ago she was never remind my birthday or just only says, never!!! Tapi aku tak pernah menuntutnya, but today blessing comes to me, Alhamdulillah
Vario kuparkir di Basement Rabbani, seperti biasanya alarm tak hentinya berbunyi, hahahaha, karena kunci alarm-nya terpencet..hihihihi..sampai-sampai petugas parkir turun dan menghampiriku, dia terlihat khawatir ada apa gerangan dibasement sana dan suaranya berisik ujarnya sambil menutup ke-dua telinganya dengan kedua tangannya. Sedangkan Mba Ika kulihat diujung sana senyum-senyum sambil cengar-cengir heran penuh kebingungan. hahahhahahaa…Aku dan Mba Ika menuju KFC Arion Mall untuk makan sambil bercerita mengenai Big Presents that I have received with many thanks to Allah and all of the people around me for today, diantaranya ” Juara 3 Lomba Menulis Menyambut hari Kebangkitan Nasional, Kado dari Mama, Ucapan lewat teman-teman halaqoh dan teman-teman sejawat via Social Networking, ada ice cake from Jessy Bread yang aku beli sendiri untuk dinikmati bersama teman-teman pengajian, dan banyak lagi”. Banyak lagi disini dalam arti kata bahwa aku penuh senyuman hari ini , with Laugh of Loud, Full of Smile in my lips…
Aniwei, kisah ini berakhir dengan senyuman dan tertawa terus sepanjang hari bahkan hingga badan ini rebahan di pembaringan ini. Allah sangat banyak memberikanku keberkahan dan keberkahan yang penuh dengan makna hidup yang tak diduga-duga. Sempat terpikir Allah itu sangat misterius, saking misteriusnya Allah berikan banyak kejutan-kejutan indah yang aku alami disepanjang usiaku kini, yang tak pernah kuketahui sebelumnya, sungguh aku tak tahu bagaimana lagi jika Allah tak pernah ada di dalam hati ini. Mungkin saja aku terhempas di ujung tekanan batin dan gejolak serta merta menghampiriku setiap saat…
Oooohh Allah SWT so thank you….^__^ …
# Oh ya Happy Birthday in 1st Year old to Maska, he is little baby boy of my boss’ grand son
Jakarta, Tuesday June 14th, 2011 17:00 WIB
at Office – on my desk =)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar